Assalamu’alaykum...
Hy
Guys.. Mau kepoin Geometri Analitik ? Yuk kenalan.. ^_^
Geometri
analitik merupakan kajian terhadap obyek-obyek geometri dengan menggunakan
sistem koordinat yang diulas menggunakan konsep dan prinsip aljabar dan
analisis. Perkembangan geometri analitik dimulai dengan kehadiran bentuk baru
persamaan (equation) Bentuk baru
persamaan tersebut memungkinkan untuk mengklasifikasikan kurva berdasarkan
derajat (degree). Kurva berderajat
satu adalah garis lurus (straight lines),
kurva berderajat dua merupakan irisan kerucut (conic sections), dan kurva berderajat tiga dinamakan kurva kubik (cubic curves).
Descartes
(sekitar tahun 1637) menggunakan bentuk baru persamaan tersebut untuk mengubah
masalah-masalah geometri menjadi masalah aljabar menggunakan koordinat sehingga
dapat diselesaikan dengan manipulasi aljabar. Pengubahan tersebut dilakukan
berdasarkan relasi antara himpunan titik-titik yang berkorespondensi satu-satu
dengan himpunan bilangan riil. Sebuah titik dapat dinyatakan sebagai pasangan bilangan
riil (x,y). Descartes dalam bukunya Geometry
(La Geometrie) menggunakan pertama
kali bentuk sumbu koordinat untuk menganalisis sebuah kurva secara aljabar,
seperti terlihat dalam gambar berikut.
Kedudukan Titik-titik dan Jarak antara Dua Titik
Sebelum mempelajari kedudukan
titik-titik dan jarak antara dua titik, kita kenalan dulu yuk sama titik. Titik
? Apa itu titik ? perhatikan gambar
dibawah ini.
Dari
2 gambar diatas kita dapatkan, ciri-ciri titik :
- Tidak memiliki panjang, lebar, tinggi, besaran, satuan.
- Mempunyai letak/posisi.
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa titik adalah bagian
terkecil dari suatu objek, yang menempati suatu tempat atau posisi, yang tidak
memiliki panjang, lebar, dan tinggi, besaran, sataun .
Titik-titik pada sebuah bidang yang membentuk
himpunan titik dan memenuhi suatu kriteria tertentu
dinamakan kedudukan titik (locus of points). Kedudukan titik
dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi. Misalnya titik-titik pada lingkaran
berjari-jari 1 cm dapat dinyatakan sebagai x2 + y2 = 1.
Secara geometris, hanya titik-titik berjarak 1 cm dari titik pusat lingkaran
tersebut yang memenuhi kedudukan titik yang dinyatakan oleh persamaan x2
+ y2 = 1. Teorema-teorema dasar tentang kedudukan titik-titik (Fundamental
Locus Theorems) sebagai berikut.
PEMBUKTIAN
p : Kedudukan titik-titik pada suatu ruas garis berjarak sama dari P dan Q
q : Ruas garis tegak lurus PQ dan membagi PQ menjadi 2 bagian sama panjang
Diketahui :
-Titik P dan titik Q
-Ruas garis AB tegak lurus PQ dan membagi ruas garis PQ
Ditanya : Misalk sembarang titik di AB dalah C, C berjarak sama ke PQ yaitu
PENYELESAIAN :
Sistem
Koordinat kartesius
Diambil dua buah garis yang tegak lurus sesamanya, yang
satu mendatar yang lain tegak lurus padanya, yang mendatar disebut sumbu-x dan tegaklurus disebut sumbu-y. Titik potong kedua sumbu
dijadikan titik o (= titik pangkal). Bagian sumbu-x yang terletak sebelah
kanannya O diberi tanda positif, dan sebelah kirinya O diberi tanda negatif. Bagian
sumbu-y yang letaknya diatas O diberi tanda positif dan dibawahnya O diberi
tanda negatif.
Bilangan-bilangan pada sumbu-x disebut absisi atau koordinat-x. Bilangan pada
sumbu-y disebut ordinat atau koordinat-y. Kesemuanya disebut pasangan-pasangan koordinat atau salib sumbu.
Kedua sumbu membagi bidang datar atas 4 bagian :
- Kuadran I , diatas sumbu-x, sebelah kanannya sumbu-y.
- Kuadran II , diatas sumbu-x, sebelah kirinya sumbu-y
- Kuadran III , dibawah sumbu-x, sebelah kirinya sumbu-y
- Kuadran IV , dibawah sumbu-x, sebelah kanannya sumbu-y
Tanda-tanda absis dan ordinat suatu titik adalah sebagai
berikut
|
kuadran
|
koordinat
|
|
x
|
y
|
|
I
|
+
|
+
|
II
|
-
|
+
|
III
|
-
|
-
|
IV
|
+
|
-
|
Dengan cara demikian
tiap titik pada bidang dapat ditentukan oleh sepasang bilangan, yang pertama menunjukkan
absis dan yang kedua ordinat . sebaliknya tiap pasang bilangan menentukan
sebuah titik pada bidang.
JARAK ANTARA DUA
TITIK
Selanjutnya, kita
belajar bagaimana menghitung jarak antara dua titik yang berbeda posisi. Kita
dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Buatlah dua titik berbeda yaitu A dan B lalu hubungkan dengan sebuah ruas garis.
- Buat sebuah garis melalui A dan sebuah garis lain yang melalui B sehingga kedua garis berpotongan tegak lurus.
- Tentukan titik potong kedua garis yaitu C sehingga diperoleh segitiga siku-siku ACB atau BCA lalu ukur panjang ruas garis CA dan CB
- Tentukan panjang ruas garis AB dengan menggunakan Teorema Phytagoras :

Ada
juga nih langkah-langkah menghitung titik tengah antara dua titik atau suatu
ruas garis :
- Buatlah dua titik berbeda yaitu A dan B lalu hubungkan dengan sebuah ruas garis.
- Tentukan titik tengah dari
yaitu
Jadi titik tengah dariadalah
Contoh:
Jika
titik tengah dari titik A(5,7) dan B(3,9) adalah titik C(
,
)
maka titik C adalah
Penyelesaian
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar